Thursday, April 17, 2014

MENCARI SEPASANG SOPIR

Bismillahirrokhmanirrokhim

Kita tinggalkan zaman empu Gandring, kita alihkan perhatian kepada proses pembuatan pusaka kedua negeri ini. Setiap kendaraan, apapun jenisnya tentu membutuhkan seorang sopir untuk mengendarainya, kenyamanan dan keselamatan penumpang pastilah ada ditangan sang sopir. Demikian juga laju kendaraan tergantung dari watak dan sikap pribadi masing-masing sopir, ada sopir yang mengendarai kendaraannya kalem dan terlalu sopan barangkali sehingga penumpangnya merasa nyaman menikmati perjalanannya meskipun kadang tipe sopir ini kurang cocok bagi pengendara yang ada dibelakangnya atau bahkan di antara penumpangnya sendiri yang kesusu sampai ditempat tujuannya.

Atau ada sopir yang dalam mengendarai kendaraannya sak enak udele dewe (seenaknya sendiri) sudah ugal-ugalan jangankan memikirkan keselamatan penumpangnya sendiri, keselamatan pengguna jalan yang lainnya tak diperhatikan yang penting maksud dan ambisi sampai ditempat tujuan cepat sampai.

Kemudian adakah seorang sopir ideal yang diharapkan oleh seluruh penumpang, seperti apakah sopir ideal tersebut, sopir ideal itu barangkali suatu saat akan memacu kendaraannya dan suatu saat akan mengurangi laju kendaraannya atau mungkin kalau perlu berhenti sejenak tergantung bagaimana dia mengetahui posisi dan situasi lalulintas ketika itu. Seolah dia berkendara bagai sebuah irama yang harmonis, sangat luwes jauh dari kaku.

Sedangkan jalan kehidupan bangsa ini sudah banyak mulusnya, jalan perjuangan fisik telah berlalu, jalan orde barupun berlalu, sedang jalan reformasi telah dan sedang berlangsung di separuh perjalanan, namun demikian perjalanan itu masih jauh, jauh untuk bisa dikatakan sempurna, sesempurna seperti tujuan perjalanan bangsa menurut pembukaan UUD 45 dalam membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial masih sebatas impian.

Ketika partai yang saat ini tengah sibuk mencari calon pasangan sopir negeri ini, gonjang ganjing  afiliasi antar partaipun tak bisa dihindari karena perolehan suara hasil pileg partai pemenangpun tidak memenuhi syarat untuk mengajukan calon sopir, rakyatpun yang dipundaknya bertanggung jawab untuk memilih berbagai calon pasangan sudah mulai mencari dan melirik siapa kira-kira sosok pasangan sopir ideal tersebut.

Gesekan kepentingan pasti terjadi, namun demikian yakin dan percaya semoga kepentingan nasional lah yang  jadi prioritas utamanya, semoga Indonesia akhirnya akan memiliki sepasang sopir yang memang diharapkan-harapkan, Alhamdulillah.