Thursday, December 18, 2014

JUDUL TERSERAH ANDA

Bismillahirrokhmanirrokhim

Entah kenapa di petang itu beliau tak bisa tidur, resah gelisah tanpa diketahui penyebabnya,  padahal hati mengatakan dia harus istirahat untuk memulihkan energi yang terkuras seharian mengurusi ummat, pasti ada sesuatu yang tidak beres pikirnya mengatakan, beliau adalah seorang pemimpin rendah hati yang mempunyai kebiasaan menyamar sebagai orang biasa, kemudian blusukan kekampung-kampung melihat secara langsung realita kehidupan rakyatnya. Segera dipanggil dua atau tiga pengawalnya yang juga berdandan layaknya orang awam untuk diajak berkeliling dari sudut-sudut kota sampai ke kampung kampung.

Maka tibalah beliau di suatu kampung yang tidak disebutkan namanya, terkejut tiba-tiba karena dipinggir jalan tergeletak seseorang, diperiksanya orang  tersebut, ternyata ia sudah dalam kondisi tidak bernyawa, lebih terkejut lagi  mengetahui ada mayat yang dibiarkan tak terurus oleh orang-orang  di sekitarnya, seraya timbul di hatinya tanda tanya kenapa ada mayat kok tidak diperlakukan selayaknya seorang orang yang sudah meninggal, tidak dimandikan, apalagi disholati  sampai dikafani sampai dikuburkan.

Dengan sedikit menahan marah beliau kemudian menyeru pada penduduk setempat, wahai kenapa kalian semua membiarkan seorang mayat teronggok di jalanan, siapakah dia kenapa sampai mayatnya kalian biarkan di jalanan seperti ini? dimanakah keluarganya? imbuhnya

Beberapa orang bergegas menuju keberadaan mayat tersebut kemudian mereka berkata " ini orang zindiq, kebiasaannnya mabuk-mabukan bahkan terkenal seorang penzina pula.

Si Sultanpun menimpali "meskipun begitu bagaimanapun dia adalah tetap tergolong ummatnya Nabi Muhammad SAW, ayo sekarang bantu saya membawa mayat ini ke keluarganya.
Meskipun masih dengan hati yang kurang ikhlas kemudian beberapa orang membawa si mayat tersebut. Sesampainya di kediaman keluarga, istri almarhum shoch, menangis tersedu mengetahui suaminya telah meninggal dunia,sedangkan orang yang ikut membantu membawa mayat tersebut bergegas pergi meninggalkan rumah keluarga tersebut.

Di tengah tangis sesenggukan istri almarhum, ia berkata kepada Sultan, ketika itu belum disadari oleh dia bahwa yang dihadapannya adalah sebenarnya seorang pemimpin, kata perempuan tersebut : "Semoga Alloh merahmatimu wahai kekasih Alloh, dan saya bersaksi bahwa sungguh Engkau benar seorang wali Alloh".

Keheranan si Sultan berkata mendengar perkataan perempuan asing tersebut, bagaimana mungkin dirinya termasuk wali Alloh dan sementara kepada si mayatpun telah menilai betapa bejatnya tuduhan orang-orang kepada suami engkau  sampai akhirnya tak seorangpun mau mengurusi keperluan jenazahnya, para pengawal yang adapun lebih keheranan lagi, bagaimana mungkin seorang yang dicap zindiq itu ditolong oleh seorang wali Alloh.

Maka wanita itupun berkata tentang rahasia yang selama ini disembunyikan menyangkut suaminya yang kini  terbujur kaku tak  bernyawa tersebut: "aku sudah menduga hal seperti itu"
Sesungguhnya suamiku setiap malang pergi ke penjual arak, lantas dibelinya sebanyak dia mampu membayar minuman tersebut, kemudian sampai di rumahnya segera ditumpahkannya seluruh minuman tersebut tak tersisa setetespun, kemudian suami tersebut berkata : "semoga aku bisa meringankan/mengurangi keburukan minuman ini.
Suamiku juga selalu pergi ketempat pelacuran kemudian memberinya uang wanita-wanita yang sedang menjajakan dirinya itu dan berkata : "malam ini kamu ku bayar dan janganlah kau bukaka pintu kamarmu untuk menerima tamu lelaki yang hendak melacur sampai pagi.
Sesampainya dirumah suamiku berkata :"Alhamdulillah semoga dengan begitu saya bisa meringankan dosa/keburukan dari orang-orang malam ini.

Namun demikianlah  orang-orang menilai dari pengetahuan terluar dari suamiku yang sering membeli arak dan menjadi pelanggan wanita-wanita penghibur itu, kemudian mereka membicarakan suamiku dengan keburukan-keburukan tersebut.
Pernah suatu hari saya berkata pada suamiku : " sungguh seandainya kelak engkau jika meninggal, maka tak akan ada seorangpun yang akan mengurus mayatmu ( memandikan, mengkafani, mensholati sampai menguburmu),
Suamikupun kemudian seraya tersenyum menjawab : "jangalah kuatir istriku meskipun orang-orang disekitar kita tak mau mengurusku, tapi percayalah Sultannul Aulia' yang akan mensholatiku dan menguburkanku bersama para ulama dan pembesar-pembesar negeri yang lainnya.

Mendengar perkataan seorang istri  yang sedang dirundung duka itu, Sultan menangis tak bisa menahan haru, beberapa saat kemudian beliau berkata : "suamimu  benar, demi Alloh aku adalah Sultan Murod Arrobik, dan besok saya sendiri yang akan memandikan , mensholati bahkan menguburkan suami mu.

Subhanalloh keesokan harinya ramailah diantara orang-orang pelayat yang terdiri dari para ulama dan pembesar-pembesar negara tanpa harus diperintah karena sang Sultan sendirilah yang memimpin prosesi pemakaman tersebut.

Akhirnya ya begitulah akhirnya, tak penting siapa periwayat cerita, yang lebih penting adalah bagaimana isi cerita, kebetulan cerita ini saya susun dari versinya Syakh Ali al Jaber, demikian silahkan menyimpulkan sendiri makna cerita tersebut
Alhamdulillah

Wednesday, December 3, 2014

MENCARI DUA PAKIES

Bismillahirrokhmanirrokhim.
Memandang anak-anak yang sedang bermain di halaman itu telah mengingatkan bagaimana diri, dirinya sendiri dulu. Memori kecil yang terpencil ini menghentak lagi  jejak silam kehidupan dunia kecil anak-anak, setiap ada kesempatan akan bersama teman sebaya menyusuri pematang sesawahan menuju sungai asem, memang betul namanya sungai asem kok, bukan asem-aseman.

Thursday, November 27, 2014

MASAK POHON ADALAH

Ada yang sedang menikmati betapa manisnya buah mangga dimusim mangga saat ini, akan terasa lebih manis jika sebelum memakan tak lupa kita ucapkan Bismillahirrokhmanirrokhim, masak pohon katanya, kenapa dengan masak pohon?
Masak pohon adalah  istilah yang sering akan kita dengar ketika membeli buah mangga, entah siapa yang pertama kali menggunakan istilah ini. Ketika sedang musim-musimnya buah ini hampir disetiap lapak pedagang akan memakai istilah masak pohon, barangkali ini untuk memikat pembeli agar membeli buah daganggannya.