Wednesday, July 13, 2011

RESAH GELISAH MEMIKIRKAN CINTA


Salam


Sebetulnya posting kali ini adalah untuk ikut mewahayu bagyo giveaway dari Kang Djangan Pakies, tapi nunggu pangsit (eh salah wangsit sih)  kok belum turun-turun,  yang turun malah hujan gerimis dua hari berturut, ya sudah, akhirnya berbicara masalah cinta saja lagi, bolehkan ?

Tulisan ini awalnya hanya sebuah wacana , tapi mudah-mudahan berangkat dari wacana tersebut pada akhirnya dapat menghantarkan setiap bentuk keinginan pengabdian diri kepada Allah SWT menjadi sebuah niatan  tertinggi yaitu usaha untuk mencapai gerbang yang disebut gerbang cinta kepada Alloh.


Bagaimana sih bentuk gerbang itu, di mana bila akan mencapainya dan mungkinkan bisa mencapainya dan pula bagaimana bentuk nyata hasil yang dirasa ?


Ada dialog menarik antara sebut saja mbah Dul dengan seorang pemuda sebut saja kang Salim yang sedang dirundung keresahan mendalam, padahal dia sudah berusaha untuk melakukan kewajiban-kewajiban dan amaliah-amaliah  sebagai orang muslim, (Sholat lima  waktu sudah, plus sholat-sunnah juga malah, puasa sudah apa lagi rajin puasa-puasa sunnahzakat, sodaqoh dan infaq apalagi),  karena setiap pagi tak pernah absen  lihat tayangan pengajian ustazd di televisi. Hanya ibadah haji sepertinya yang belum dilakukan karena belum mendapat giliran panggilan Alloh,  masih berharap untuk naik haji, ya paling tidak dapat undian umrohlah karena berhasil menghapal salah satu surat yang dilombakan ditelevisi tersebut.

Ketenangan tak kunjung dijumpai, akhirnya kang Salim memberanikan diri bertanya kepada mbah Dul, karena mbah Dul dipandang oleh kang Salim memiliki wawasan dan pengalaman rukhani yang tidak diragukan lagi, dengan begitu  mbah Dul-lah akan memberikan solusi problem yang sedang dihadapinya
Kang Salim berkata ;: "mbah bagaimana sih caranya agar hati selalu dalam kondisi nyambung dalam gerbang cinta bermesraan dengan Alloh ?",   di sisi lain dunia dan segala kesenangannya begitu nyata dan langsung bisa dirasakan kelezatannya, dengan kata lain pokoknya serba menggoda deh ?

Mbah Dul   : "memangnya ada apa to le?"


Kang Salim : "kok belum bisa menikmati manisnya ibadah gitu lo ? bagaimana to mencapai gerbang cinta itu to mbah?

Mbah Dul   : "Oh itu toh wkk-wkk......................."


Kang Salim : "kok malah tertawa to mbah memangnya ada yang lucu ya?"



Mbah Dul   : "la iya to le,le aku sendiri juga  ndak ngerti kok le, meskipun aku sudah  tuwa begini tapi aku juga masih tetap ditingkatan ikhtiar lo le. hanya aku pernah dengar-dengar sih dulu ilmunya begini" :         


Akhirnya mbah Dul kembali mengingat-ingat pengetahuan yang dimilikinya untuk menerangkan jawaban dari pertanyaan kang Salim tersebut

Begini lo le jelasnya insyaAlloh :
"Pertama, hatimu itu le harus selalu banyak menaruh harapan pada Alloh!"
"Terus bagaimana mbah ?" kata kang Salim menimpali



"Sabar dulu toh le sebentar, memori otak ku kan sudah jadul jadi mikirku kembut-kembut wk..kk..."(lagi-lagi si embah tertawa terkekeh)

Kemudian begini le, kata si mbah seraya menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal ;

"Tanamkan atau teguhkan perasaan yakin untuk berada selalu dalam kehendak Alloh dan tanamkan pula rasa harap-harap cemas jika tidak diridloi, tidak diterima dan tidak dicintai oleh Rob-Nya!".

"Oh gitu to mbah"  katanya kang Salim lagi-lagi menimpali


"belum, belum selesai le, masih ada lanjutannya jawab si embah ;



'Setelah kondisimu seperti itu maka pada saat itulah  warna hatimu tidak sedetikpun alpa kepada Alloh atau dengan kata lain selalu dalam kondisi berzikir kepadaNya, karena gerbang cinta dan kemesraan itulah efek yang didapat dari itu semua, karena tanpa dzikrulloh gerbang cinta (kemesraan) itu hanyalah sebuah mimpi thok!",

Mbah Dul berhenti sejenak sambil menghela nafas dalam-dalam

"Kemudian kamu harus selalu berbaik sangka kepada Alloh bahwa Alloh sangat mengasihimu, membuaimu dengan kelembutan, mengampuni dan menjamin dari semua sifatNya yang memancar untuk kamu dan akhirnya kamu hakekatnya sirna, yang ada hanya Wujud dan Baqo'Nya"
.
"Tanpa laku ihtiar itu mustahil keinginan itu bisa tercapai lo le, ibaratnya kamu itu sudah punya ladang yang subur dan luas tapi setiap hari hanya dilihat saja dan  merasa puas begitu saja melihat ladang tersebut masih utuh, Sedangkan begitu musim panen, kamu tidak bisa memanen karena ladang tersebut dibiarkan begitu saja tidak diolah dicangkul kek, di pupuk kek atau membasmi hama-hamanya, padahal bibit-bibit keimanan yang ada dalam ladang segumpal hatimu itu perlu diolah sedemikian rupa".

"Sudah ya le, mudah-mudahan begitu jawaban dari pertanyamu itu".



"Oh sudah to mbah, terima kasih ya  sudah merepotkan", jawab kang Salim seraya  meninggalkan si embah sambil memijit-mijit keningnya yang agak pusing merenungkan jawaban yang didapat dengan seribu macam tanda tanya yang masih ada dipikiran kang Salim.

Mampukah aku melakukan seperti apa yang dikatakan mbah Dul tadi?
 

Demikian  semoga ada manfaatnya, Amin

Alhamdulillah
Wallahulmuwafiq ila aqwamithoriq
Wassalam

12 comments:

  1. Setuju sekali. Kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT meski ujian datang menghampiri. Memang tidak mudah karena kita juga harus berikhtiar semampu mungkin dan tak berdiam diri

    ReplyDelete
  2. Ujian datang karena allah syang sama kita,,,

    ReplyDelete
  3. assalamu'alaikum Kang,
    sebuah ramuan yang indah dalam meleburkan diri meunju nikmatnya menjadi seorang hamba yang mampu merasakan surga dunia.
    Proses yang membutuhkan kesungguhan dan istiqomah serta tawakkal

    ReplyDelete
  4. iya yah hmmm makasih ya kang abis baca ini aku jadi bisa belajar lebih mengerti lagi

    ReplyDelete
  5. bener banget mas,... kisahnya menarik...bahwa kita harus senantiasa berbaik sangka pada sang Maha Kuasa,...:)

    ReplyDelete
  6. salam sahabat
    memberikan inspirasi bagi saya ketika harus menyikapi bagaimana dalam mengolah cinta xixixi

    ReplyDelete
  7. seringkali salah sangka memang datang saat begitu banyak cobaan yang menghampiri, padahal Allah selalu mendampingi kita dengan cintaNya...

    ReplyDelete
  8. sepertinya berat buat pakde nih, karena urusan dunia ini lebih banyak memalingkan wajah pakde ke urusan dunia daripada menghamba kepada Alloh

    ReplyDelete
  9. renungan pagi yang sangat mencerahkan... terimakasih kang :)

    ReplyDelete
  10. CORETAN HIDUP ;
    MAS UWAH ;
    DJANGAN PAKIES ;
    RIA NUGROHO ;
    KETTY HUSNIA ;
    CIKAL ANANDA ;
    DHANA ;
    BANG PENDI ;
    PAKDE SULAS
    BELAJAR PHOTOSHOP ;
    terima kasih atas komentar semuanya, semoga menjadikan cambuk bagi pribadi penulis.

    ReplyDelete
  11. Resah gelisah memikirkan cinta. Cinta yang didamba setiap insan. Alangkah indahnya hidup ini bila bisa merasakan 'manis'nya ibadah kepadaNya. Rasa 'manis' yang tidak dapat digambarkan seperti manisnya gula yang harus dirasakan sendiri. Trims pencerahannya. Salam blogger. Sukses selalu Sobat.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan :
1. Santai sesantai-santainya dan santun sesantun-santunnya,
2. Yang porno-porno nanti dulu
3. Tak ada SPAM diantara kita