Tertarik dengan keputusan Menteri ESDM dalam internal departemennya dalam upaya menegakkan governance terus dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kali ini Menteri BUMN Dahlan Iskan merilis 12 larangan yang berlaku untuk pejabat dan pegawai Kementerian BUMN.
Menurut Dahlan Iskan, larangan tersebut merupakan kode etik yang bertujuan meningkatkan disiplin pegawai, menjamin terpeliharanya tata tertib, menjaga martabat, kehormatan, citra, serta kredibilitas kementerian, menjamin kelancaran pelaksanaan tugas, dan menjaga iklim kerja yang kondusif. serta, menciptakan dan memelihara kondisi kerja dan perilaku yang profesional.
Aturan tersebut tertuang dalam Salinan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-04/MBU/2012 tentang Kode Etik Aparatur Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Dahlan mengatakan, "ke 12 butir larangan itu merupakan kode etik yang berlaku untuk menteri BUMN, calon pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS yang bekerja di Kementerian BUMN, serta staf khusus Kementerian BUMN. "Termasuk, tenaga outsourcing Kementerian BUMN."
Kembali merunut kebelakang, masih segar ingatan kita bagaimana Dahlan Iskan dengan lugas dan spontan membuka palang pintu tol Ancol Barat, meskipun aksinya masih menuai pro-kontra di masyarakat banyak yang salut dan angkat topi tapi banyak pula yang menganggap tindakannya berlebihan.
Yang menarik, ternyata tindakan itu tampaknya menjadi inspirasi Deny Indrayana (Wamen HAM ) untuk melakukan tindakan yang sama dalam obyek berbeda ketika melakukan sidak di LP kelas II Pekanbaru, dan akhirnya tindakannya berujung menjadi sebuah perkara yang sampai kini tidak jelas bagaimana hasil putusannya
Sobat-sobat, tidak ingin mengorek dan mengingat luka-luka lama hanya sekedar ingin mengingatkan ternyata sebagai sosok figur lebih-lebih elit negara harus memikirkan dampak prilakunya meskipun toh mungkin benar menurut paham dan faktanya tapi perlu dipikir lebih dalam lagi buah tindakannya, karena tidak mustahil akan dijadikan contoh bagi yang lainnya.
Tidak masalah sih sebetulnya kalau yang ditiru itu adalah tindakan yang positif, misal dengan diterbitkannya 12 larangan bagi pegawai lingkungan BUMN.
Demikian tulisan yang agak-agak serius yang tidak serius-serius bangat sih, hehe......., "Masing-masing kita adalah pemimpin dan kelak semua akan dimintai dipertanggung jawabkan atas semua yang dipimpinnya dihadapan Alloh SWT."
Semoga bermanfaat
Wassalam

Betul sob, minimal kita adalah pemimpin bagi keluarga :)
ReplyDeletememang setiap kita adalah pemimpin sob, 12 butir larangannya yang mana yah?
ReplyDeleteKok dicantumkan 12 butir larangannya sekalian Pak..
ReplyDeleteSemoga larangan tersebut bisa berdampak lebih luas..jd budaya kerja di semua sektor pekerjaan [pemenrintah dan non pemerintah]
@Coretanku : iya sob pastinya tidak gampang menjadi pemimpin itu.
ReplyDelete@Muro'i el Barezy :yang kecantum hanya enam ya sob, yang lainnya harus cari sendiri nih (biar penasaran gitu lho, hehe....)
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete@Ririe Khayan : sama dengan Muro'i El-Barezy nih, mbak harus susah-susah cari sendiri hehe...., betul mbak semoga, Amin2x
ReplyDeleteapa yang tercantum dalam larangan Pak Dahlan Iskan bukanlah sesuatu yang mustahil, jadi kita berpikir positif saja bahwa mereka ( yang dimaksud dalam larangan tersebut ) bisa mematuhinya. insya Allah.
ReplyDeleteyang penting bisa jadi pemimpin bagi diri sendiri dan keluarga dulu..
ReplyDeletesemoga larangan itu berdampak positif dan bisa memajukan bangsa ini yg nyaris gak maju2..:p
salam EPICENTRUM
mampir jg ya..:)
Semoga saja ya Bnag arif larangan itu nantinya tidak dilangggar dan berdambak positif tentunya...heee
ReplyDeletengomong2 soal larangan bagi pejabat/pegawai BUMN ini, gue mo kasih tau kalo telkomsolution bikin lomba khusus pegawai BUMN, mo liat silahkan elo link ke SINI
ReplyDeletewahhh, bener nih sobat :)
ReplyDeletethanks nih infonya :)
@Abi Sabila : betul sob, harus positif tinking selalu
ReplyDelete@Rizki Pradana ; iya sob, Amin
@Epicentru ; terima kasih kunjungannya
@Icah : iya betul bang
ReplyDelete@Bung Penho : ia sudah dilihat bang
ReplyDelete@Bang Dayat : terima kasih kembali ya bang
dua belas larangan-nya manna ya..tapi setidaknya ada contoh positif dari seorang dahlan iskan..yang patut ditiru oleh instansi lainnya :)
ReplyDeleteSerba Serbi Dahlan Iskan
ReplyDeletehttp://kickdahlan.wordpress.com/
memimpin diri sndri aja susah, apalg memimpin org lain. Pastinya tanggungjwbnya lbh besar.
ReplyDeleteSaya salut dengan perjuangan pak Dahlan Iskan semenjak dia berusaha membangun kemajuan listrik di kalimantan timur,,,,
ReplyDelete