Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum
Dalam interaksi antar anak Adam dalam fana dunia ini, pasti akan banyak mengalami konflik-konflik, entah sengaja tak disengaja atau karena berebut kepentingan atau bahkan tidak ada kepentinganpun ada konflik. Tiba-tiba masalah muncul begitu saja tanpa disengaja karena berebut penumpang barangkali sampai karena kata-kata canda kelewatan, yang mungkin si pengungkap tak bermaksud untuk menyakiti perasaan.
Jika konflik sudah terjadi entah dengan berbagai latar penyebabnya putus dan pupuslah ikatan dengan saudara sendiri, sahabat sendiri bahkan bisa jadi suami dengan istri atau anak dengan orang tua.
Sebagai seorang yang beriman kita punya kewajiban yang sama andai mengetahui ada kejadian saudara tersebut, wajib kita berupaya mendamaikan, menumbuhkan lagi perasaan saling kasih sayangnya dengan jalan menampakkan kebaikan-kebaikan diantara mereka dan menutupi keburukan-keburukan antara kelompok yang satu dengan pihak yang lain.
Kita pun wajib berupaya dengan semampu dan sebisa mungkin sesuai potensi yang kita miliki untuk memperbaiki hubungan dua saudara yang saling bersitegang, bermusuh-musuhan, cekcok berkepanjangan, apakah itu masalah antar keluarga, antar saudara jauh antar teman sejawat atau bahkan lebih jauh barangkali antar tetangga sampai antar kampung seperti yang akhir-akhir ini sering terjadi ditengah masyarakat.
Karena berhukum wajib berarti itu ada keutamaan-keutamaan apabila kita mampu melakukan upaya menjaga dan memelihara perdamaian, bahkan keutamaan itu melebihi keutamaannya ibadah-ibadah sunnah maupun puasa-puasa sunnah. Firman Alloh mengatakan : "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara maka damaikanlah diantara saudaramu itu"
Sebaliknya dari upaya perdamaian tersebut berarti merusak perdamaian, sifat dan sikap ini yang harus dibuang sejauh-jauhnya, menanamkan bibit-bibit kebencian kepada saudara yang lain, bisa dalam bentuk dengan membicarakan kejelekan-kejelekannya, mengadu domba/ngompor-ngopori atau bahasa canggih dikenal dengan provokator profesional (profokator di atasnya provokator), inilah yang akan menyebabkan perpecahan di antara mereka, akhirnya mereka akan saling berjauhan, bercerai berai bakan tidak mustahil akan timbul konflik berkelanjutan ; hilangnya persahabatan putusnya persaudaraan, putusnya anak dari orang tuanya, bahkan bisa kejadian perkelahian masal antar sekolah antar kampus atau antar kampung.
Sekecil apapun bentuk perpecahan yang disebabkan sikap adu domba, tetaplah itu artinya sama itu dikatakan pemicu perpecahan, adakah yang senang bila terjadi permusuhan di antara sahabat-sahabat atau saudara-saudaranya?
Agama menjawab, bahwa orang yang menyebabkan perpecahan, pertentangan, permusuhan sampai terjadi konflik di antara dua saudaranya, di sisi Alloh itu merupakan perbuatan tercela dan merupakan dosa besar.
Rosululloh pernah bersabda : "la yadkhulul jannah annammaamu" , artinya : tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba, atau
"Orang yang paling dibenci Alloh ialah orang yang suka mengadu domba diantara orang yang dikasihinya yang membuat perpecahan diantara saudaranya".
Demikian sobat-sobat, semoga di akhir-akhir romadhon ini segala amal ibadah kita semakin meningkat dan sekecil apapun perilaku kita dicatat sebagai amalan ibadah yang makbulan. Amin ya robbal 'alamin.Assalamu'alaikum
Dalam interaksi antar anak Adam dalam fana dunia ini, pasti akan banyak mengalami konflik-konflik, entah sengaja tak disengaja atau karena berebut kepentingan atau bahkan tidak ada kepentinganpun ada konflik. Tiba-tiba masalah muncul begitu saja tanpa disengaja karena berebut penumpang barangkali sampai karena kata-kata canda kelewatan, yang mungkin si pengungkap tak bermaksud untuk menyakiti perasaan.
Jika konflik sudah terjadi entah dengan berbagai latar penyebabnya putus dan pupuslah ikatan dengan saudara sendiri, sahabat sendiri bahkan bisa jadi suami dengan istri atau anak dengan orang tua.
Sebagai seorang yang beriman kita punya kewajiban yang sama andai mengetahui ada kejadian saudara tersebut, wajib kita berupaya mendamaikan, menumbuhkan lagi perasaan saling kasih sayangnya dengan jalan menampakkan kebaikan-kebaikan diantara mereka dan menutupi keburukan-keburukan antara kelompok yang satu dengan pihak yang lain.
Kita pun wajib berupaya dengan semampu dan sebisa mungkin sesuai potensi yang kita miliki untuk memperbaiki hubungan dua saudara yang saling bersitegang, bermusuh-musuhan, cekcok berkepanjangan, apakah itu masalah antar keluarga, antar saudara jauh antar teman sejawat atau bahkan lebih jauh barangkali antar tetangga sampai antar kampung seperti yang akhir-akhir ini sering terjadi ditengah masyarakat.
Karena berhukum wajib berarti itu ada keutamaan-keutamaan apabila kita mampu melakukan upaya menjaga dan memelihara perdamaian, bahkan keutamaan itu melebihi keutamaannya ibadah-ibadah sunnah maupun puasa-puasa sunnah. Firman Alloh mengatakan : "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara maka damaikanlah diantara saudaramu itu"
Sebaliknya dari upaya perdamaian tersebut berarti merusak perdamaian, sifat dan sikap ini yang harus dibuang sejauh-jauhnya, menanamkan bibit-bibit kebencian kepada saudara yang lain, bisa dalam bentuk dengan membicarakan kejelekan-kejelekannya, mengadu domba/ngompor-ngopori atau bahasa canggih dikenal dengan provokator profesional (profokator di atasnya provokator), inilah yang akan menyebabkan perpecahan di antara mereka, akhirnya mereka akan saling berjauhan, bercerai berai bakan tidak mustahil akan timbul konflik berkelanjutan ; hilangnya persahabatan putusnya persaudaraan, putusnya anak dari orang tuanya, bahkan bisa kejadian perkelahian masal antar sekolah antar kampus atau antar kampung.
Sekecil apapun bentuk perpecahan yang disebabkan sikap adu domba, tetaplah itu artinya sama itu dikatakan pemicu perpecahan, adakah yang senang bila terjadi permusuhan di antara sahabat-sahabat atau saudara-saudaranya?
Agama menjawab, bahwa orang yang menyebabkan perpecahan, pertentangan, permusuhan sampai terjadi konflik di antara dua saudaranya, di sisi Alloh itu merupakan perbuatan tercela dan merupakan dosa besar.
Rosululloh pernah bersabda : "la yadkhulul jannah annammaamu" , artinya : tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba, atau
"Orang yang paling dibenci Alloh ialah orang yang suka mengadu domba diantara orang yang dikasihinya yang membuat perpecahan diantara saudaranya".
Wassalam
dulur iso dadi wong liyo. Wong liyo iso dadi dulur
ReplyDeletekayak orang politik-politik itu ya kang
Deleteiya, adu domba itu bahkan bisa terjadi tanpa kesengajaan lho. sering terjadi di suatu organisasi. maksudnya meredam, malah berbalik. intinya, kita memang harus hati-hati di point ini.
ReplyDeleteiya sob
Deletedi bulan biasa saja adu domba adalah dosa, apalagi dibulan puasa yah, semoga kita bisa menjauhinya
ReplyDeleteaamin
Deletebenar gan, semua mesti harus ditelaah dulu. betul juga seperti kata kang djangan pakies diatas, dulur iso dadi wong lia dan sebaliknya
ReplyDeleteiya sob informasi yang dari sumber lain harus ditelaah kebenarannya agar tidak jadi salah jalan
Deletetapi terkadang mas kita mau mendamaikan malah jadi musuhnya juga... mungkin disaat kepala sudah dingin baru bisa mendamaikan...
ReplyDeletebetul sob harus pandai-pandai baca keadaan agar tidak jadi bumerang bagi diri sendiri
Deletememang betul sob, karena itu disesuaikan dengan kemampuan kita, kalau tidak mampu diserahkan saja pada pihak yang mampu. minimal kita tidak ikut memperparah keadaan
ReplyDeleteApalagi dalam dunia kerja yang namanya sindir menyindir itu sudah biasa. Mulai yang getol cari sampingan sampei pada memanfaatkan segala cara. Komentar nyinyir pun kadang dilayangkan. Adu domba? Agak sulit dideteksi dalam dunia kerja, namun jika ditelisik lebih dalam lagi mungkin lebih tepat sikut menyikut. Jarang ada adu domba antar Departemen atau Unit Kerja. Intinya sih tidak baik dilakukan itu saja. Jangan adu domba
ReplyDeletetidak baik dan harus ditinggalkan ya sob
DeleteBersikap tenang aja, supaya Konflik besar tidak ada, Konflik memang selalu ada, tapi besar kecilnya konflik manusianya sendiri yang tentukan.
ReplyDeleteia sob setuju, akal sehat harus tetap diupayakan dominan untuk menghadapi setiap konflik
DeleteAmin, semoga saling bisa menjaga ukuwah islamiyah.
ReplyDeleteiya sob, amin-amin.
Deletekunjungan pertama, sebelum berkomentar lebih jauh, lebih baik kenalan dulu satu sama lain :)
ReplyDelete#mohon maaf bila komentarnya ga nyambung ke postingan :)
iya sob kadang saya juga lupa untuk kenalan lebih dulu
DeleteSubhanallah, sungguh postingan yang membawa berkah mas..
ReplyDeleteaamiiin ya Rabbal'alamiin..
salam super yah mas.. ^_^
salam super juga ya sob
Deletebetuuul.. jangan mengadu domba, dan jangan mau diadu domba.. :D
ReplyDeletelebih baik makan satenya saja ya mbak hehe........
Deletesemoga kita di jauhkan dari perbuatan mengadu domba seperti itu ya pak.
ReplyDeleteiya mbak semoga selalu
DeleteKita semuah tentu berharap semoga di jauhkan dari sipat-sipat yang demikian..
ReplyDeleteiya sob betul
Deletehaduh semoga tidak terjerumus ke hal tersebut
ReplyDeleteiya mbak, lebih baik saling berbagi rezeki saja kan hehe.........
Deletemengadu domba itu tdk baik mas....
ReplyDeleteship, betul sekali itu ya sob
DeleteGa punya domba dan ga mau jadi domba
ReplyDeletehehe......
Deleteselamat ied yah om :)
Deletekorban adu domba lebih banyak ruginya...kalah jadi abu menang jadi arang
ReplyDeletebetul sob, parahnya tidak nyadar kalau sudah jadi korban adu domba
Deletejaman sekarang...kebanyakan yang muncul adalah para penghasut, dan lebih parah ketika para penghasut itu berteriak atas nama agama...sungguh kacau balau jadinya negeri ini :)
ReplyDeleteagama yang sakral dijadikan alat untuk mencapai ambisi pribadinya ya sob
Deletebetiluah potret kehidupan jamn sekarang sobat, kurang nilai saling menghargai...
ReplyDeleteakhirnya sama-sama menjadi tidak berharga ya sob
Deletewahh ada ada aja tuh orang..
ReplyDeleteSatukan tangan, satukan hati, Satukan tujuan, Itulah semangat kemerdekaan.
Di Hari Kemerdekaan Kita padukan Keikhlasan untuk meneruskan perajuangan terdahulu kita,,
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 67
setuju sob
Deletekunjungan perdana sobat.untuk silaturahmi dan perkenalan
ReplyDeleteterima kasih, salam kenal balik ya
DeleteSudah lama ga kesini...
ReplyDeleteSealamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aidin Wal Faidzin
Maaf Lahir Bathin
iya bang, sama-sama sayapun mohon maaf lahir batin
DeleteMampir lagi nih sobat...
ReplyDeleteMinal Aidin Walfaidzin yach, mohon maaf lahir dan bathin sob...
sama-sama ya sob
DeleteMaaf OTT,
ReplyDeleteTeruntuk semua Sobat Muro’i El-Barezy, diri ini hanyalah manusia biasa yang tak luput dari segala khilaf dan dosa serta prasangka. Di penghujung bulan yang penuh berkah ini saya selaku Admin blog Muro’i El-Barezy, memohon maaf atas perkataan lewat tulisan baik yang disengaja maupun tidak. Semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh Nya dan semoga kita kembali di pertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.
Selamat hari raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
تَÙ‚َبَÙ„َ اللهُ Ù…ِÙ†َّا ÙˆَÙ…ِÙ†ْÙƒُÙ…ْ
Semoga Allah menerima segala amal ibad kita. Amin.
sama-sama sob, amin-amin
Deletehadir lagi nih sobat untuk baca-baca :)
ReplyDeleteterima kasih, belum ada posting baru ternyata ya sob hehe..
Deletesetuju pak,,, sesama domba jangan saling mengadu ,,, :D
ReplyDeleteMinal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin,,
sama-sama ya sob sayapun mohon maaf lahir batin
Deleteaamiin,, mudah2n semual amal ibadah qt di bulan ramadon diterima Allah swt,,
ReplyDeleteselamat hari raya idul fitri,, minal aidzin wal faizin,,, mohon maaf lahir dan batin,,
amin-amin, saya juga mohon maaf lahir batin ya
DeleteAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
ReplyDeleteketika akhir Ramadhan berlalu berganti fajar Syawal, izinkanlah saya mengucapkan salam dan doa,
Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
Semoga ALLAH menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan ,
dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA KEMENANGAN IDUL FITRI,
bila ada salah dan khilaf selama ini, baik yang disengaja atau tidak disengaja, mohon dimaafkan lahir dan bathin,
Wassalam
amin-amin, iya sob sayapun tak luput dari khilaf karenanya mohon dimaafkan juga ya
DeleteSeperti lagunya bang haji Rhoma ya bang Arif...hahhahahyyy
ReplyDeletesaya benar2 spndapat dngan artikel ini,,
ReplyDelete